Sunday, June 12, 2011

Lari

Sudah sebulan aku tinggal di Jakarta. Dimanapun kita mudah terperangkap kegiatan sehari-hari. Apalagi jika jadwal kerja sibuk. Sampai di kerja sebelum jam 8 pagi dan balik ke rumah setelah jam 6 malam. Sebelum itu tidur dan mandi. Sesudah itu, makan dan tidur lagi. Kapan aku bisa merasa segar dan jiwa ini terisi harapan dan perasaan terkoneksi dengan alam dan sekeliling?

Lari buatku memberi waktu dan energi untuk membangun koneksi dengan alam dan sekeliling, yang mungkin pudar karena sibuknya hari-hari kerja. Lari buatku me-recharge baterai yang pudar dan membugarkan badan yang letih.

Aku lari mulai jam 6:30 pagi kemarin, dari pucuk Jalan Otista di bilangan Cawang dan terus merangkak ke arah utara. Melewati Kampung Melayu - yang masih sepi angkot - dan pasar Jatinegara - yang sudah ramai dengan kerumunan penjual dan pembeli mengadu nasib.

Aku selalu diingatkan waktu lari kalau aku anak semesta. Aku selalu diingatkan untuk membuka mataku ke sekelilingku. Bapak tua yang termangu di sisi gerobaknya. Lima anak kecil berlari. Ibu dan nenek yang belanja di pagi hari. Tukang parkir yang menunggu mobil pertama. Sapa ramah mbak penjaga toko tempat aku beli air. Aku bisa merasakan kerasnya hidup mereka karena aku merasakan letihnya lari ini. Polusi udara Jakarta yang berbau harum hitam pekat. Trotoar jalan yang tidak ramah buat orang tua karena sangat tinggi letaknya.

Melewati Salemba aku berhenti sejenak untuk beli teh botol. Udara tropik sangat menyengat dan sebenarnya lebih keras dari udara dingin sejuk Canada untuk berlari. Tubuh mengeluarkan banyak uap air dan aku haus letih cepat sekali. Di Calgary aku bisa lari 90 menit tanpa minum air. Di Jakarta maksimum 60 menit. Belum lagi dengan riak di tenggorokan yang menggumpal karena polusi udara.

Aku sebenarnya mau terus ke Ancol sepanjang Jalan Gunung Sahari. Tapi aku tidak kuat lagi. Sudah 80 menit aku lari. Keramaian pasar Senen dibelakangku. Pasar Baru di sisiku. Aku teruskan, lari sedikit lagi, mendekati Mangga Besar. Waktunya berhenti. Badanku terasa sangat segar dan aku siap menyongsong hari.

No comments:

Post a Comment