Tuesday, April 30, 2019

Disain Rekayasa


Disain rekayasa adalah salah satu puncak penguasaan sains dan teknologi. Ini karena produk disain rekayasa berupa barang adalah kata akhir pembuktian kalkulasi dan asumsi yang sebelumnya hanya ada di kertas dan layar komputer. Kompleksitas usaha disain rekayasa yang menggabungkan manufaktur, disain rupa, biaya, dan disain mekanisme adalah alasan tambahan.

Disain rekayasa adalah hilir penguasaan sains dan teknologi, sementara riset baru orisinal adalah hulu sains dan teknologi. Riset baru orisinal adalah puncak kedua penguasaan sains dan teknologi.

Buat pengajar universitas seperti saya, hanya ada dua pilihan ini dalam mengerjakan riset di kampus. Menurut saya riset yang hanya mengikuti jejak peneliti lain tidak layak saya lakukan karena memalukan.

Langkah tersukar dalam aktivitas disain rekayasa adalah manufaktur. Bagaimana menterjemahkan ide disain mekanisme yang ada di kertas menjadi barang. Contohnya, bagaimana membuat ide mesin diterjemahkan dalam langkah-langkah kongkrit yang menggabungkan komponen-komponen barang seperti shaft, ball bearing, lubrication, spring (pegas), piston, dan lainnya untuk menjadi satu barang bernama mesin bakar.

Di langkah manufaktur lah berbagai hitungan engineering, seperti heat transfer, termodinamika, mekanik benda padat, dinamik, mekanika fluida, akan menjadi kenyataan barang atau tidak.

Yang terpenting untuk meraih sukses disain rekayasa justru bukan datang dari kalkulasi rumit dan mutakhir yang menyeluruh. Tapi justru datang dari dua hal: (i) kemampuan kita untuk memakai akal sehat yang dilandasi kapasitas teknis memadai dan (ii) kesabaran dan keberanian memutuskan solusi yang optimum. Dua hal ini kerap tidak membutuhkan kepintaran tinggi. Yang kerap dibutuhkan adalah kemampuan fokus dan menelaah masalah dengan detail dan teliti.

Thursday, April 25, 2019

Old School


Yang terbaik belum tentu yang tercepat, terbesar, atau termewah. Akhirnya yang terpenting adalah yang ternyaman. Itulah ukuran untuk semua yang kita punyai. Semua yang diluar jiwa tubuh kita. Tidak ada ukuran yang lebih baik dari yang ternyaman.

Karena cepat, besar, dan mewah adalah ukuran angka. Sementara kamu bukan angka. Kamu konglomerasi angka-angka yang kamu kumpulkan dan bangun. Itulah kenapa saya masih tetap tresno dengan filsafat Jawa. Karena rasa adalah segalanya untuk ketentraman jiwa.

Dua hari lalu rasa menjelma menjadi angka. Dan bukan yang tercepat, terbesar, atau termewah. Tidak ada gunanya lagi membandingkan dengan yang lain. Cukup aku bersandar kepada apa yang aku rasakan.

Saturday, April 20, 2019

David Lama - Annapurna III



Kebanyakan kita berani berdoa saja
Berkerumun - sembunyi di keramaian
Berteriak lantang tanpa berbuat apapun

Ada yang lain yang tak pernah berkoar
Mencari jalan sendiri dengan teman sedikit
Sesekali orang-orang ini berbicara
Tak banyak - tapi sudah cukup
Karena kecantikan tak butuh ucapan
Kemuliaan tak butuh kerumunan

Biasakan cari jalan sendiri
Tanpa banyak bicara
Fokuskan arah didepanmu
Tanya dirimu berani tidak
Punya ketrampilan tidak
Langkah maju atau mundur
Itu saja


Friday, April 19, 2019

Bangun Kemandirian


Artikel Washington Post https://www.washingtonpost.com/world/europe/billionaires-raced-to-pledge-money-to-rebuild-notre-dame-then-came-the-backlash/2019/04/18/7133f9a2-617c-11e9-bf24-db4b9fb62aa2_story.html?noredirect=on&utm_source=pocket-newtab&utm_term=.1c09de2aeb8c ini mengingatkan barang-barang mewah yang kita beli untuk pamer pada akhirnya memperkaya segelintir orang saja. Ketimpangan ekonomi ada di negara maju juga dan bukan monopoli negara berkembang atau miskin.

Sebagai rakyat biasa, yang bisa saya lakukan adalah selalu berpikir sebelum membuka dompet. Siapa yang diuntungkan oleh uang pembelian saya? Apa perlu saya membeli barang mahal ini? Apa guna barang mahal seperti ini? Hidup harus dipenuhi dengan problem solving seperti ini. Jika kamu belum bersikap seperti ini, sudah waktunya kamu memulainya.

Kita sebagai rakyat biasa tidak bisa bodoh dan tidur saja tanpa mengambil aksi nyata. Selain memastikan uang yang kita belanjakan tidak masuk ke kantong konglomerat yang menjadi semakin kaya, kita juga harus membangun kemandirian. Bagaimana caranya? Hanya satu cara: Menguatkan pengetahuan sains dan ketrampilan rekayasa (engineering). Sains dan rekayasa inilah yang akan memberdayakan kita: membuat sendiri barang-barang tanpa tergantung lagi ke perusahaan-perusahaan multinasional.

Yang sama pentingnya adalah juga membangun jiwa kuat yang tidak mudah tergiur rayuan kemewahan semu lewat barang-barang yang jadi simbol status. Sayangnya jiwa kuat ini mudah dirongrong oleh deras informasi online. Menjaga jiwa kita dari rasa iri dan rendah hati bukan pekerjaan mudah. Banyak dari kita sudah menyerahkan jiwanya sebelum sadar akan apa itu jiwa kuat dan mandiri.

Sunday, April 14, 2019

Jejak Gerakan


Perhatikan gerakan di sekelilingmu
Yang berputar maupun yang lurus
Tanyakan gaya yang dibutuhkan
Tulis persamaan agar semua terhubung