Thursday, December 30, 2010

Pecundang

Petanahan, Central Java
Sudah kita duduk saja dulu
Tak usah pusing masalah bangsa,
Kita masih mengemis di luar
Pelataran ndoro Agung.
Lantas kamu bilang menyala-nyala
Mana nuranimu, mana dedikasimu.
Terlalu lama kamu belajar doang
Waktunya kamu maju ke depan.
Aku diam ciut dan takut
Yang telah dan yang mendatang,
Belum lagi masalah bangsa
Tidak selesai lewat omongan.
Kamu menyahut bentuk kesadaran
Baru setelah itu bangun aksimu.
Aku sudah berkepala enam
Tidak gentar terus berkibar.
Aku bergumam kibarmu 
Hasilnya apa. Gagahmu kok
Punyamu sendiri. Kita berdua
Jadi pecundang.

No comments:

Post a Comment